Rabu, 22 Juli 2015

Tahukah Ke mana Kamu akan pergi (DO KNOW WHERE ARE YOU GOING TO... ???



DO KNOW WHERE ARE YOU GOING TO...... ?????
Hidup harus mempunyai tujuan. Kita harus tahu hidup kita akan di bawa ke mana. Ke mana tujuan kita dalam hidup ini. Jangan menjalani hidup dengan berpedoman “seperti air yang mengalir” karena hal itu akan membuat hidup kita tidak punya arah dan tujuan yang jelas. Ibarat orang yang sedang berjalan, dia akan tetap berjalan, meski tidak tidak ke mana tujuanya. Begitun juga kehidupan ini, akan terus berjalan. Alangka sayangnya jika kita tidak punya tujuan hidup.
Orang yang mengerti/mengetahui tujuan hidupnya akan selalu berusaha mengaitkan apa yang dilakukanya sekarang dengan dengan tujuan akhirnya. Sehinngga dia akan melakukan yang terbaik. Masa depan bukanlah sesuatu yang misterius. Masa depan adalah sesuatu yang kita bentuk/ciptakan dari sekarang dengan perencanaan dan tindakan.
Rutinnitas sering membuat kita terjebak, kehilangan perspektif, dan melupakan tujuan hidupnya. Untuk itu di perlukan jeda/istirahat sejenak dari rutinnitas dan untuk mengurangi tujuan hidup. Kita harus tahu apa ujungnya dari semua kesibukan/rutinitas kita saat ini. Memang benar, pada akhirnya hidup kita akan kembali padaNYA. Tapi itu adalah tujuan jangka panjang. Sebelum sampai pada jangka panjang, ada jangka pendek dan jangka menenggah. Inilah yang harus di temukan tujunaya.
Contoh : ada orang yang sudah bekerja selama belasan tahun, tapi tidak punya tabungan. Ini akibatnya tidak tahu rah akan ke mana. Orang seperti ini bisa jadi membiarkan lingkungan mendikteknya. Waktu dan kesempatan yang ada di sia-siakan. Dan tiba-tiba dia sudah ada di posisinya yang sekarang. Perjalanan hidup dilakukan tanpa kesadaran.
Mulailah dari tujuan akhir. Ketika kita membuat planing, sebenarnya secara mental kita sudah sampai pada tujuan dari planing tersebut. Itu adalah mimpi dan cita-cita, kalau mental kita sudah sampai, maka kiat  tinggal meneliti perjalanan fisiknya.
Hidup hanya satu kali. Maka hidup memerlukan suatu perencanaan. Tanpa perencanaan kita tidak akan pergi ke man-mana. Memang benar skenario utama adalah dari Tuhan Yang Maha Esa menentukan. Tapi bukanlah Tuhan yang menugaskan kita menjadi khalifah di bumi ini, dan menjadi sutradara bagi diri sendiri. Untuk itu kita harus merencanakan dan mengusahakan tujuan hidup kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar