DO KNOW WHERE ARE
YOU GOING TO...... ?????
Hidup harus
mempunyai tujuan. Kita harus tahu hidup kita akan di bawa ke mana. Ke mana
tujuan kita dalam hidup ini. Jangan menjalani hidup dengan berpedoman “seperti
air yang mengalir” karena hal itu akan membuat hidup kita tidak punya arah dan
tujuan yang jelas. Ibarat orang yang sedang berjalan, dia akan tetap berjalan,
meski tidak tidak ke mana tujuanya. Begitun juga kehidupan ini, akan terus
berjalan. Alangka sayangnya jika kita tidak punya tujuan hidup.
Orang yang
mengerti/mengetahui tujuan hidupnya akan selalu berusaha mengaitkan apa yang
dilakukanya sekarang dengan dengan tujuan akhirnya. Sehinngga dia akan
melakukan yang terbaik. Masa depan bukanlah sesuatu yang misterius.
Masa depan adalah sesuatu yang kita bentuk/ciptakan dari sekarang dengan
perencanaan dan tindakan.
Rutinnitas sering
membuat kita terjebak, kehilangan perspektif, dan melupakan tujuan hidupnya.
Untuk itu di perlukan jeda/istirahat sejenak dari rutinnitas dan untuk
mengurangi tujuan hidup. Kita harus tahu apa ujungnya dari semua kesibukan/rutinitas
kita saat ini. Memang benar, pada akhirnya hidup kita akan kembali padaNYA.
Tapi itu adalah tujuan jangka panjang. Sebelum sampai pada jangka panjang, ada
jangka pendek dan jangka menenggah. Inilah yang harus di temukan tujunaya.
Contoh : ada orang
yang sudah bekerja selama belasan tahun, tapi tidak punya tabungan. Ini
akibatnya tidak tahu rah akan ke mana. Orang seperti ini bisa jadi membiarkan
lingkungan mendikteknya. Waktu dan kesempatan yang ada di sia-siakan. Dan tiba-tiba dia
sudah ada di posisinya yang sekarang. Perjalanan hidup dilakukan tanpa
kesadaran.
Mulailah dari
tujuan akhir. Ketika kita membuat planing, sebenarnya secara mental kita sudah
sampai pada tujuan dari planing tersebut. Itu adalah mimpi dan cita-cita, kalau mental kita sudah
sampai, maka kiat tinggal meneliti
perjalanan fisiknya.
Hidup hanya satu
kali. Maka hidup memerlukan suatu perencanaan. Tanpa perencanaan kita tidak
akan pergi ke man-mana. Memang benar skenario utama adalah dari Tuhan Yang Maha
Esa menentukan. Tapi bukanlah Tuhan yang menugaskan kita menjadi khalifah di
bumi ini, dan menjadi sutradara bagi diri sendiri. Untuk itu kita harus
merencanakan dan mengusahakan tujuan hidup kita.